Rabu, 23 November 2011

Sisi Negatif Selalu Bergantung Pada Internet

Di jaman globalisasi ini internet merupakan satu sisi kehidupan yang menjadi satu kebutuhan sekunder, namun bagi sebagian orang menjadi kebutuha primer. Semua orang pasti mengenal apa yang dinamakan dengan internet. Dan sebagian besar masyarakat Indonesia menggunakan internet baik digunakan untuk mencari informasi/browsing atau menggunakannya untuk berjejaring sosial,menggunakan sebagai media penyimpanan,mengirim pesan baik tulisan maupun file laim dan lai sebagai nya. Hal ini karena perkembangan teknologi yang membuat internet sangat membantu dalam segala aspek kehidupan.

Sejak dini anak sudah diajarkan tentang internet dengan harapan sang anak dapat menggunakan internet dan mempermudah nya dalam mengerjakan segala hal. Tapi hal ini akan menjadi blunder dan akan memberi pengaruh negatif karena akan selalu bergantungnya pada internet.

Di salah satu kasus seorang anak yang selalu bergantung pada internet selalu menggunakan layanan ini untuk bermain game online yang akan membuatnya kecanduan dan akan malas belajar yang mengakibatkan sang anak akan menghabiskan waktunya di depan layar kotak. Dan menghilangkan ketertarikannya pada permainan tradisional seperti gobaksodor, benteng, gasing kayu dan sebagainya. Dan hal ini juga akan menghabiskan banyak uang apabila sang anak bermain diwarnet.

Pada kasus lainnya ketergantungan pada internet membuat orang tidak ingat waktu, dengan perasaan selalu ingin tahu ada apa aja di internet dan selalu ingin OL(online pada faceb**k) setiap saat yang menjadikan orang tersebut hanya sibuk OL. Ketergantungan yang lainnya adalah menjadikan atau membuat seseorang malas, seorang pelajar dihadapkan dengan soal yang mengharuskan iya membaca buku untuk mendapatkan jawabannya, tapi karena malas ia mengambi jalan pintas dengan membuka kompuer lalu searching di g**gle ntuk mendapatkan jawabannya,padahal apabila ia membaca maka ia akan mendapatkan banyak pengetahuan bukan hanya isi dari soal tersebut.

Internet diciptakan untuk membantu segala kehidupan kita. Dan jangan lah menjadikannya bumerang bagi kita. Gunakan internet dengan seperlunya,apabila seorang anak ingin menggunakan internet sebaiknya didampingi oleh seorang dewasa.

Selasa, 08 November 2011

Kaos Oblong

Pengen hang out gk punya baju ??

Disini tempat yang tepat buat lo cari baju!!

Dengan bahan yang bagus ,,Serta kualitas yang handal,,

Membuat pakaian yang dijual disni merupakan top produk kami..








Design bisa di buat oleh pemesan dan gk akan ada yang punya tuh design selain pemesan..







Untuk pasangan soul mate kami menyediakan design khusus..






Hang out gk akan copo,,lo bakalan keren ABIZZ klo pke baju ini….!!!!



Segera pesan ke CP kami :

Yoga (e-mail : yhoe_6a@yahoo.com phone : 089636000343)

Minggu, 06 November 2011

Bahasa Indonesia Sebagai Bahasa Nasional dan Bahasa Negara Beserta Fungsinya

A.Bahasa Indonesia Sebagai Bahasa Nasional dan Fungsinya

Fungsi Bahasa Indonesia Seminar Politik Bahasa Nasional, 25-28 Februari 1975 di Jakarta, antara lain merumuskan bahwa di dalam kedudukannya sebagai bahasa nasional, bahasa Indonesia (selanjutnya disingkat BI) berfungsi sebagai (1) lambang kebanggaan nasional, (2) lambang identitas nasional, (3) pemersatu berbagai masyarakat yang berbeda latar belakang sosial budaya bahasa, dan (4) alat perhubungan antarbudaya dan antardaerah (Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa, 1975:5). Beriringan dengan pesatnya perkembangan BI sebagai lambang identitas nasional, teraktualisasikan pula perkembangan bahasa daerah (selanjutnya disingkat BD) sebagai lambang identitas daerah yang keberadaannya diakui di dalam UUD 1945 yang secara bersamaan dengan BI menghadapi arus globalisasi. Identitas Bangsa Sosok yang menunjukkan bahwa dia adalah Indonesia, baik sebagai negara maupun sebagai bangsa, berwujud dalam dua kenyataan, yakni BI yang menampakkan diri sebagai identitas fonik dan merah putih serta Garuda Pancasila sebagai wujud fisik. Pengaruh arus globalisasi dalam identitas bangsa itu tecermin, antara lain, dari sikap lebih mengutamakan penggunaan bahasa asing (disingkat BA) daripada penggunaan BI, misalnya dalam penamaan kompleks perumahan, dan sikap mementingkan kegiatan tertentu, misalnya demi kegiatan pengembangan pariwisata dan bisnis.

B.Bahasa Indonesian Sebagai Bahasa Negara dan Fungsinya

Bahasa Indonesia dalam kedudukannya sebagai bahasa negara memiliki empat fungsi yang saling mengisi dengan ketiga fungsi bahasa nasional. Keempat fungsi bahasa negara adalah sebagai berikut: (1) bahasa resmi kenegaraan, (2) bahasa pengantar di dalam dunia pendidikan, (3) alat perhubungan pada tingkat nasional untuk kepentingan perencanaan dan pelaksanaan pembangunan, dan (4) alat pengembangan kebudayaan, ilmu pengetahuan, dan teknologi.
Dalam fungsi pertama bahasa Indonesia wajib digunakan di dalam upacara, peristiwa, dan kegiatan kenegaraan, baik lisan maupun tulisan. Begitu juga dalam penulisan dokumen dan putusan serta surat-surat yang dikeluarkan oleh pemerintah dan badan-badan kenegaraan. Hal tersebut berlaku juga bagi pidato kenegaraan.
Fungsi kedua mengharuskan lembaga-lembaga pendidikan menggunakan pengantar bahasa Indonesia. Lembaga pendidikan mulai taman kanak-kanak sampai perguruan tinggi mau takmau dalam pelajaran atau mata kuliah apa pun pengantarnya adalah bahasa Indonesia. Namun, ada perkecualian. Bahasa daerah boleh (tidak harus) digunakan sebagai bahasa pengantar di sekolah dasar sampai tahun ketiga.
Fungsi ketiga mengajak kita menggunakan bahasa Indonesia untuk membantu kelancaran pelaksanaan pembangunan dalam berbagai bidang. Dalam hal ini kita berusaha menjelaskan sesuatu, baik secara lisan maupun tertulis, dengan bahasa Indonesia agar orang yang kita tuju dapat dengan mudah memahami dan melaksanakan kegiatan pembangunan.
Fungsi keempat mengingatkan kita yang berkecimpung dalam dunia ilmu. Tentu segala ilmu yang telah kita miliki akan makin berguna bagi orang lain jika kita sebarkan kepada saudara-saudara kita sebangsa dan setanah air di seluruh pelosok Nusantara, atau bahkan jika memungkinkan kepada saudara kita di seluruh dunia. Penyebaran ilmu tersebut akan lebih efektif dan efisien jika menggunakan bahasa Indonesia, bukan bahasa daerah atau bahasa asing.




Sumber :

http://hertadipramayudha.blogspot.com

Bahasa Indonesia Ragam Pidato

Peranan pidato, ceramah, penyajian penjelasan lisan kepada suatu kelompok massa merupakan suatu hal yang sangat penting, baik pada waktu sekarang maupun pada waktu-waktu yang akan datang. Dalam sejarah umat manusi adapat dicatat betapa keampuhan penyajian lisan mengubah sejarah umat manusia atau sejarah suatu bangsa. Penyajian lisan dapat berguna bagi masyarakat, untuk mengembangkan suatu tingkat kebudayaan yang lebih tinggi dan lebih luhur. Tetapi sebaiknya keahlian bicara itu menenggelamkan umat manusia beserta nilai-nilai dan hasil-hasil kebudayaannya. Sebab itu sebagai seorang mahasiswa harus berusaha pula memiliki kemahiran mengungkapkan pikiran secara lisan atau dengan singkat penyajian lisan, bukan saja menghendaki penguasaan bahasa yang baik dan lancar, tetapi disamping itu menghendaki pula persyaratan-persyaratan lain.

Terdapat 2 perbedaan dalam persiapan-persiapan yang diadakan pada waktu menyusun komposisi penyajian lisan. Pertama, dalam penyajian lisan perlu diperhatikan gerak-gerik, sikap, hubungan langsung dengan hadirin, sedangkan komposisi tertulis sama sekali tak diperhitungkan. Kedua, dalam penyajian lisan tidak ada kebebasan bagi pendengar untuk memilih mana yang harus didahulukan mana yang dapatdiabaikan. Sebab itu persiapan-persiapan yang diperlukan untuk menyusun sebuah uraian lisan, disamping memperhatikan hal-hal tersebut di atas, tergantung pula dari metode penyajiannya .Dikenal empat macam metode penyajianlisan, yaitu :

a. metode Impromptu (serta-merta)
Metode penyajian berdasarkan kebutuhan sesaat. Tidak ada persiapan sama sekali, pembicara secara serta-merta berbicara berdasarkan pengetahuannya dan kemahirannya.

b. metode menghafal
Metode ini merupakan lawan dari metode pertama diatas. Penyajian lisan yang dibawakan dengan metode ini bukan saja direncanakan, tetapi ditulis secara lengkap kemudian dihafal kata demi kata. Cara ini juga akan menyulitkan pembicara untuk menyesuaikan dirinya dengan situasi dan reaksi-reaksi pendengar selagi menyajikan gagasannya.

c. metode naskah
Metode ini jarang dipakai, kecuali dalam pidato resmi atau pidato-pidato radio. Metode ini sifatnya masih agak kaku, sebab bila tidak mengadakan latihan yang cukup maka pembicara seolah-olah menimbulkan suatu tirai antara dia dengan pendengar.

d. metode ekstemporan (tanpa persiapan naskah)
Metode ini sangat dianjurkan karena merupakanjalan tengah. Uraian yang akan dibawakan dengan metode ini direncanakan dengan cermat dan dibuat catatan-catatan yang penting. Metode ini lebih banyak memberikan fleksibilitas dan variasi dalam memilih diksinya. Sebaliknya metode ini terlalu bersifat sketsa, maka hasilnya sama dengan metode impromptu.

Terdapat 7 langkah persiapan untuk penyajian lisan diantaranya :

  • · Menentukan maksud
  • · Menganalisa pendengar dan situasi
  • · Memilih dan menyempitkan topik
  • · Mengumpulkan bahan
  • · Membuat kerangkauraian
  • · Menguraikan secara mendetail
  • · Melatih dengan suara nyaring

Urutan ketujuh langkah di atas tidak mutlak harus diikuti dengan cermat seperti itu, tetapi yang jelas urutan kelompok meneliti masalah harus mendahului kelompok menyusun uraian, dan mengadakan latihan oral merupakan bagian yang terakhir. Namun perubahan urutan dapat saja dilakukan dalam tiap kelompok.

Setiap tulisan selalu menentukan topik tertentu yang ingin disampaikan kepada para hadirin, dan mengharapkan suatu reaksi tertentu dari para pembaca atau pendengar. Sebab itu dalam menentukan maksud sebuah uraian lisan, pembicara harus selalu memikirkan tanggapan apa yang diinginkan para pendengar. Oleh karena itu topik pembicaraan dan tujuannya merupakan hal yang tidak dipisahkan satu dari yang lain.Topik dan tujuan pertama-tama merupakan persoalan dasar bagi tema uraian dan wujud dari tema itu sendiri, dan kedua, topik dan tujuan bertalian sangat erat dengan tanggapan yang diharapkan dari para pendengar dengan mengemukakan tema

CYBERBULLY

Beberapa hari yang lalu anak mbarep saya yang duduk di kelas 11 SLTA minta tolong agar dicarikan bahan tentang "BULLYING". Agaknya ada tugas dari gurunya untuk membuat paper yang akan dipresentasikan dikelasnya. Saya bilang "nduk, dulu bapak pernah download beberapa materi tapi lupa naruhnya di folder mana...maklum kebanyakan download jadi bingung sendiri, tapi ntar saya carikan lagi deh sabar ya.."

Setelah garapan lemburan email ke Depkes rampung,lalu saya mulai menjelajahi folder-folder yang berserakan di hardisk ..lima menit ...sepuluh menit ..limabelas menit berlalu tanpa hasil, mulai geregetan juga nih. Akhirnya daripada mbingungi sendiri aku lapor ke mbah Google, langsung ke beberapa situs kumpulan dokumen, dan akhirnya nggak sampai 10 menit kelar sudah, langsung kuminta flashdisc dan kucopy-kan nah sudah beres ! end of story ? ...hmm beluum !

Ada cerita menarik lain pada saat berselancar di dunia maya, aku menemukan satu bahan yang sungguh menarik perhatian judulnya "Cyber Bullying Information for Educators" besutan dari Bryan Piotrowski. Arti umum dari "cyber bullying" adalah segala bentuk "kekerasan" yang dialami anak dan dilakukan oleh sesama/seusia mereka melalui media cyber/internet. Beberapa bentuk cyber bullying dapat dibagi menjadi:

Direct Attacks: (Instant Messaging; Text Messaging; Emails; dan BLOGS)
Cyber Bullying by Proxy: (Get others to bully; Can include friends;Can include parents; dan Take control of account)


Dari tulisan ini juga memberikan beberapa warning berupa fakta statistik yang cukup mengagetkan sekaligus memprihatinkan sebagai berikut:

*) 42% of kids have been bullied while online. 1 in 4 have had it happen more than once.
*) 35% of kids have been threatened online. Nearly 1 in 5 have had it happen more than once.
*) 58% of kids admit someone has said mean or hurtful things to them online. More than 4 out of 10 say it has happened more than once.
*) 53% of kids admit having said something mean or hurtful to another person online. More than 1 in 3 have done it more than once.
*) 58% have not told their parents or adult about something mean or hurtful that happened to them online.


Memang belum ada penelitian yang sama dilakukan di Indonesia, meskipun begitu informasi diatas seyogyanya mulai diantispasi secara dini oleh kalangan pendidik, orang tua atau kalau perlu semua orang dewasa yang peduli dengan keamanan & kesejahteraan dari anak-anak kita. Konsekuensi logisnya apa yang sebaiknya kita perbuat..? melarang anak-anak untuk tidak menjamah teknologi cyber..jelas nggak mungkin selain memang bukan tindakan yang bijak.. agaknya ini akan terus menjadi PR utama masa depan untuk kita semua.

sumber :
http://spjati.blogspot.com

Kamis, 13 Oktober 2011

PERKEMBANGAN TEKNOLOGI DATA (STORAGE)

Perkembangan teknologi komputer yang sangat pesat makin memudahkan penggunanya dalam mengerjakan berbagai jenis tugas. Bahkan rasanya tak ada jenis pekerjaan yang tidak berhubungan dengan komputer. Komputerisasi berbagai pekerjaan telah menjadi suatu keharusan karena sangat meningkatkan efisiensi dan efektifitas kerja. Secara umum, komputer adalah piranti elektronik yang terdiri dari rangkaian komponen yang terintegrasi yang bekerja dan melaksanakan suatu tugas berdasarkan data matematika dan logika. Komponen dan bagian-bagian utama dari komputer meliputi keyboard untuk memasukkan perintah, monitor untuk melihat proses hasil tugas, dan CPU atau central processing unit sebagai otak yang mengkoordinasikan berbagai instruksi dan hasil kerja.
Perkembangan menimbulkan perkembangan pada media penyimpanannya hal ini dikarenaka lambat laun berfariatifnya file-file yang muncul dan semakin besarnya wadah untuk menampung file tersebut. Berikut ini adalah perkembangan media penyimpanan :
• Punchcard : muncul pada tahun 1725 yang menggunakan sebuah kertas berforasi
untuk menyimpan data.
• Punchtape : muncul pada tahun 1846 yang yang sudah menggunakan tape sebagai
bahan nya
• Selectrontube : muncul 1946 dan merupakan awal format memory computer
• Magnetictape : muncul pada tahun 1950 saat sebuah roll magnetictape dapat
menyimpan sekitar 10.000 punchcard
• Compact cassette : muncul 1963 dan merupakan awal media piringan
• Floppydisk : muncul 1969 atau yang lebih kita kenal sebagai disket di computer
• Harddrive : media ini sudah popular dikalangan kita yaitu sebagai media
penyimpanan utama dikomputer kita
• Laserdisc : muncul 1958 yaitu media piringan berukuran lebih besar dibandingkan
dengan cd yang kita kenal , dan sudah bisa dimasukan video didalamnya
• Compactdisc : muncul 1979 merupakan lanjutan dari laserdisc yang ukuran nya lebih
kecil seperti yang kita liat sekarang ini
• DVD : merupakan lanjutan dari cd(compactdisc) namun dvd memiliki teknologilebih sehingga kapasitas penyimpanan nya lebih besar dibandingkan cd
•Flashdrive : adalah alat penyimpanan data memori kilat tipe NAND yang memiliki alat penghubung USB yang terintegrasi. Penggerak kilat ini biasanya berukuran kecil, ringan, serta bisa dibaca dan ditulisi dengan mudah.
• Hardisk External : hardisk yang berukuran agak kecil dari hardisk PC yang berbentuk portable dan menggunakan USB sebagai penghubung,dan memiliki kapasitas penyimpanan yang besar.
Semakin pesatnya jaman maka semakin inovatif karya-karya atau pengembangan dari media penyimpanan. Mungkinsaja d tahun-tahun depan media penyimpanan tidak lagi menggunakan penghubung USB atau kabel lainnya, tetapi sudah menggunakan metodfe nirkabel yang tidak menggunakan kabel lagi.

Selasa, 10 Mei 2011

PENDAPATAN NASIONAL

Pendapatan nasional adalah jumlah pendapatan yang diterima oleh seluruh rumah tangga keluarga (RTK) di suatu negara dari penyerahan faktor-faktor produksi dalam satu periode,biasanya selama satu tahun. Konsep pendapatan nasional pertama kali dicetuskan oleh Sir William Petty dari Inggris yang berusaha menaksir pendapatan nasional negaranya(Inggris) pada tahun 1665. Dalam perhitungannya, ia menggunakan anggapan bahwa pendapatan nasional merupakan penjumlahan biaya hidup (konsumsi) selama setahun.

Dampak dari pendapatan negara bagi :

A. Dalam Negeri

Pendapatan nasional memiliki dampak positif dan dampak negative. Dampak positif dari pendapatan nasional di dalam negeri adalah dapat mendorong perekonomian untuk menjadi lebih baik, dapat meningkatkan pendapatan nasional, dan dapat membuat orang bersemangat untuk bekerja, menabung dan mengadakan investasi. Sedangkan dampak negative dari pendapatan nasional di dalam negeri adalah keadaan perekonomian terganggu karena adanya pendapatan nasional, perekonomian menurun, dan orang-orang menjadi tidak bersemangat kerja, menabung, atau mengadakan investasi dan produksi karena harga meningkat dengan cepat. Dan berdampak pula bagi para penerima pendapatan tetap seperti pegawai negeri atau karyawan swasta serta kaum buruh yang akan kewalahan menanggung dan mengimbangi harga sehingga hidup mereka menjadi semakin menurun dalam memenuhi kebutuhan hidupnya.

B. Luar Negeri

Dampak positif dari pendapatan nasional di luar negeri adalah meningkatkan kerja sama dengan negara lain, meningkatnya derajat negara dimata negara lain, dan tumbuhnya rasa persaudaraan dengan negara lain sehingga memiliki hubungan yang baik dengan negara lain. Sedangkan dampak negatif dari pendapatan nasional di luar negeri adalah masuknya kebudayaan asing secara bebas di dalam negeri sehingga kebudayaan negara sendiri mulai memudar, dan kerja sama dengan negara lain membuat jarak temu untuk melakukan transaksi jarang sehingga dapat menimbulkan kecurigaan dan ketidak percayaan